Demam bola telah meradang. Musim Piala Eropa 2008 telah tiba. Seperti dini hari tadi, beberapa kawan asyik menonton sembari mulutnya tak berhenti berteriak. Belum lagi meracau seperti tak mau kalah dengan sang komentator. Riuh rendah komentarnya.
Sekarang sudah sepi. Mereka semua telah terbuai mimpi. Nyaris tak terdengar…Cuma, jadwal pertandingan masih lama. Artinya teriakan mereka akan menghiasi [...]
Read the rest...
happy on June 1st, 2008
Akhirnya saya ngeblog lagi. Setelah 2 malam (tidak berturut-turut) begadang semalaman membetulkan proses up grading wordpress. Untuk hal ini saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya (perhatian: kata-kata setelah terima kasih tidak lazim disebutkan untuk penulisan resmi) kepada Iwan dan juga Mas Seful (lagi-lagi ni orang :D).
Terus terang, up grade wordpress 2.5.1. sangatlah panjang dan melelahkan buat saya yang awam begini. Kalau tidak salah ada 14 step yang harus dijalankan. Masalahnya memang banyak. Dari tidak punya filezilla sampai salah bahasa html. Belum lagi saya punya hobi coba-coba, sehingga besar kemungkinan kesalahan karena coba-coba itu.
Tapi akhirnya semua berakhir dengan memuaskan. Iwan mampu menemukan akar permasalahannya. Jadilah blog saya yang sudah di-up grade ini. Memang betul, settingan di dalamnya lebih banyak pilihan dan menyenangkan. Di samping itu bisa menambah plugin yang banyak.
Kalau saja saya tidak berani mengambil risiko gagal up grade, kualitas blog saya tidak akan bertambah. Berawal dari tidak menemukan theme yang yang pas dengan settingan wordpress (wp) lama dan di tampilan wp selalu saja mengingatkan untuk mengupgrade, akhirnya saya memberanikan diri. Jelas, dengan risiko kehilangan seluruh isinya.
Ternyata saya pemberani
Saya belajar banyak tentang teknis blogging di samping menguji kesabaran plus mengembangkan minat coba ini-itu. Intinya saya juga senang dengan hasil akhirnya. So, selamat membaca ya! Terima kasih…
happy on May 14th, 2008
Kata temen saya, intensitas posting tulisan saya masih kalah dengan Sandra Dewi. Katanya, ia bisa menulis sehari sampai lima kali! Saya cuma bisa takjub saat itu. Setelah saya googling websitenya, alhasil saya menemukan yang dimaksud. Memang sih, untuk ukuran new comer, ia bisa dibilang sukses. Banyak komentar dari beberapa postingannya. Tapi ya itu…postingannya berisi aktivitas kesehariannya yang diulang. Misalnya, besok dia akan menjadi bintang tamu acara masak di salah satu tv. Posting pertama informasinya ia akan menjadi bintang tamu acara masak. Posting berikutnya, ia mau menamai masakannya xxx. Posting ketiga ajakan untuk tidak melupakan acara tersebut. Posting keempat, ia tengah siap-siap persiapan acara itu. Posting terakhir, tanggapan dia sendiri paska acara itu. Alah…ya mesti ae ta, Dhenk…sampek ping limo! Tapi salut untuk intensitasnya itu sih. Untung dia selebritis. Coba kalau saya yang nulis begitu, sapa sih loe?! Wakakak…
happy on May 13th, 2008
Dunia saya menjadi sepi tatkala saya melepas alat bantu dengar saya. Betul, saya adalah orang yang disebut punya kebutuhan khusus. Kebetulan kebutuhan itu adalah gangguan pendengaran (hearing loss). Orang-orang suka gemes dan geregetan jika saya dipanggil-panggil tidak juga menengokkan kepala. Bahkan ada yang saking geramnya berteriak di telinga saya sembari berganti mendiktekan kalimatnya tepat di muka saya. Hahaha…
Sebenarnya saya tidak pernah menginginkan ini terjadi. Saya sedih dan bahkan pernah mengutuki diri kenapa saya mendapat derita (halah, kayak apa aja hehe) ini. Betul, gangguan semacam ini menyiksa bahkan menghilangkan kepercayaan diri saya.
Read the rest of this entry »
happy on May 13th, 2008
Page rank saya sekarang menunjukkan 3/10. Kata si om Seful yang ahli, angka di depannya menunjukkan seberapa sering website kita diakses. Sekarang saya cuma sedang senyum-senyum. Soalnya saya senang meski sekaligus dalam hati bertanya-tanya. Biar kelihatan sepi, ternyata diam-diam ada orang yang nyasar dan mampir di website ini. Tapi ini beneran ga sih? Jangan-jangan page rank di google toolbar saya yang salah?
Diem dulu ah…
happy on April 25th, 2008
:(semacam) testimonial
Ternyata idiom ‘menjadi dewasa itu pilihan’ tepat berlaku bagi saya. Dalam sebuah rapat terakhir bersama komunitas karib, saya belajar banyak hal. Memang sulit untuk memisahkan antara batasan komunitas dan lembaga formal. Pun pertemanan dan berperikehidupan organisasi. Bahkan atas dasar pertemanan, kadang kita tidak bisa menjadi diri sendiri. Posisinya menjadi rawan. Alih-alih menyelamatkan komunitas justru malah berpotensi menyimpan bara dalam sekam.
Saya pun mengalami posisi sulit ini. Ketika saya ingin memikirkan diri sendiri (mungkin ini menjadi bagian perlindungan diri alami dari setiap manusia), di hadapan saya ada banyak orang dengan berbagai keinginan dan harapan yg ‘dinaungi’ oleh komunitas. Berbagai argumen dilontarkan bahkan (menurut saya) berulang-ulang. Sangat melelahkan secara fisik dan psikis. Waktu hampir menunjukkan pukul 1.30 dan perbincangan sangat alot dan lama. Saya tahu, semua berhati-hati menangani hal ini.
Tapi, saya (tengah) lelah. Bahkan dalam pikiran saya terus bergayut berbagai hal yang belum selesai. Saya merasa forum tidak berniat untuk menghasilkan keputusan bersama kendati semua mengarah pada hal yg sepertinya sama. Saya menghentak laksana mengganggu mereka yg tengah ereksi yang hampir mendekati klimaks!
Hmf, saya minta maaf pada semua yang merasa terganggu di malam itu. Sungguh, kejadian itu masih terngiang dan menari begitu jelas di mata saya.
happy on April 23rd, 2008
Hallo semua….
Maafkan atas ketidakkonsistenan saya dalam mengelola situs ini. Harus diakui bahwa rutinitas telah membuat saya jauh dari refleksi diri. Termasuk menulis. Tidak menulis sekian lama membuat saya buntu. Pikiran saya bebal dan hati saya keras. Menulis apa saja dengan kondisi bagaimanapun sebenarnya jauh lebih baik ketimbang tidak jadi posting karena takut dikritik dan dikomentari. Itulah kepicikan hati saya beberapa saat ini.
Untunglah ada suara-suara seperti in: “ Ayolah, Hep…nulis lagi. Saya kangen ngasih komentar!” hahaha….padahal suara seperti ini yang tidak ditunggu. Habis komentarnya kadang bikin keder sih…
Selamat membaca kembali dan silakan meninggalkan komentar di sini. Apapun itu. Terima kasih.
happy on April 23rd, 2008
Kemarin dulu saya menemukan (lagi) dua helai uban di perbatasan dahi dan kulit kepala. Alangkah sedih hati saya demi melihat kejadian ini. Benak saya langsung berkata bahwa saya sudah tua alias berumur. Kata si X: “Wes wayahe rabi iku…” Ada lagi yang bilang: “Koen iki pancen wes tuwek!”
Ah…apa iya? Apa sih menjadi tua itu? Kata iklan A Mild: menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Jangan-jangan saya cuma bertambah usia alias jadi tua semata. Jangan-jangan saya, meski berumur, tidak pernah dewasa dalam segala hal?
Bukan menjadi tuanya yang bikin tidak sreg di hati. Atau ada uban yang nantinya bikin penampilan (semakin) tidak menarik. Saya hanya mikir, sepanjang hidup saya, apakah yang sudah sudah saya lakukan ini telah berguna buat orang lain dan diri saya sendiri tentunya. Saya masih suka ugal-ugalan menjalani hidup. Meski begitu sejauh ini saya masih mensyukuri hidup ini.
Kalau sampeyan mulai beruban, apa yang (akan/telah) yang terlintas di benak?
happy on February 25th, 2008
Hari ini saya lalui dengan selamat. Teman-teman di sini tidak ada yang tahu kalau hari ini adalah hari yang mereka nanti. Yakni hari seperti halnya Bung Toms yang kena telor, tepung, dan minyak!
Haha…sampai detik ini setidaknya saya aman. Sebelum berangkat, saya sempat ketar-ketir. Takut dikerjain! Soalnya pas kejadian Bung Toms itu, sempet ada yang nyeletuk: “Habis ini kamu, Pi…!” Hiy…bergidig mendengarnya.
Ingatan saya melayang pada beberapa tahun lalu. Sekitar tahun 2003, dikerjain teman-teman DIANNS. Singkatnya, setelah rapat redaksi, mereka mengguyurku dengan seember air bekas cucian (mungkin) alat makan di warung soto Yoyok! Mereka pintar ngerjain. Semalam saya ditinggal di Dianns sendiri til! Seharian juga dicuekin. Tapi saya biasa saja meski merasa agak merasa aneh. Setelah itu, basah semua deh…termasuk HP yang baru dipakai setahun. huhu…
Makanya, gara-gara kejadian itu, saya agak trauma nih…takut kejadian seperti itu merusak properti pribadi lainnya. Sulit kalo mau ganti kan…:)
So, sekarang saya merasa bahagia. Meski tanpa lilin dan kue, kado, atau ucapan yang biasanya banyak nyangkut di HP. Tahun ini memang sepi yang ngasih ucapan. Meskipun ada Dani SMP yang pertama kali ngucapin selamat via SMS menjelang tengah malam kurang 9 menit!
dan Diannskru yang dikomandani Marxfur. “Kapan traktirannya?” tanya mereka via Marxfur. Dan makasih juga untuk beberapa teman yang masih menyempatkan diri memberi ucapan selamat via pesan di Friendster.
Meski tidak banyak teman yang inget hari ini dibanding saat bersama dulu, bagi saya sekarang hal seperti ini kini tidak penting. Yang penting saya sekarang berada bersama teman-teman yang (saya yakin) mencintai saya dengan cara mereka sendiri. Terlebih lagi bagi saya sekarang minimal saya tahu mau ngapain ke depan dengan sisa usia ini. Menengok ke belakang rasanya tidak ingin. Banyak hal yang perlu ditinggalkan selagi enengi untuk memperbaiki diri menggebu.
So, happy birthday, Happy…! Wish me luck!
Tags:
DIANNS,
Diannskru,
februari,
happy,
happy birthday,
kado,
kue,
lilin,
minyak,
telor,
tepung,
ulang tahun,
usia,
warung soto yoyok
Read More
Comments (2)
Diary
happy on February 22nd, 2008
FEBRUARI tahun ini adalah bulan yang penuh makna dan sarat kebahagiaan. Beberapa yang saya dapat di bulan ini (akhirnya) saya jadi juga punya notebook, partner saya lulus, dan saya bertambah (atau berkurang) usia.
Beberapa hari lagi saya tambah (asli, bingung! apa berkurang sih?) usia. Jadi semakin tua yang idealnya semakin matang, berani menghadapi hidup, jujur, dan bertaqwa kepada-Nya…